Arsip Kategori: Jurnalis

IZI Riau Bantu Biaya Pendidikan Yatim Dhuafa di Hari Anak Nasional

JURNALIS WARGA, Pekanbaru – Memperingati Hari Anak Nasional, yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Riau membagikan Bantuan Pendidikan Yatim Dhuafa di Pesantren Nahdatul Ulum Desa Sei Putih, Kec. Tapung, Kab. Kampar, pada Sabtu (23/7).

Sebanyak 7 orang santri Pesantren Nahdatul Ulum yang dinilai berhak menerima bantuan pendidikan yatim dhuafa dari IZI Riau yang diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhannya.

Koordinatir Program mulia Inisiatif IZI Riau, Muhammad Irwan mengatakan, bantuan yang diterima oleh adik-adik yatim dhuafa ini semua merupakan partisipasi donatur melalui IZI Riau untuk kesejahteraan anak Indonesia, terkhusus Riau.

“Terima kasih telah menyambut kedatangan kami. Ini semua dana dari bantuan zakat, infaq dan sedekah donatur kepada IZI, karena tanpa mereka kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian IZI Riau dalam kesejahteraan anak Indonesia, terkhusus Riau” tutur Muhammad Irwan dalam sambutannya di Mushola Pesantren Nahdatul Ulum, pada Sabtu (23/7).

Pada tempat yang sama, Ani Jedah, S.Ag selaku Pembina ISNU (Ikatan Santri Nahdatul Ulum) mengatakan program ini program yang sangat bagus. Dia berharap program ini tidak berhenti disini saja, tetapi merata ke wilayah Riau lainnya.

“Alhamdulillah, program ini baik sekali, artinya bukan kami saja tetapi dari jauh pun rela Tim IZI Riau dari Pekanbaru datang kesini memberi bantuan. Mudah-mudahan apa yang telah dilaksanakan mendapat keridhoan dari Allah SWT. Harapannya semoga istiqomah, semakin berkembang, tidak hanya didesa ini tetapi merata ke desa lain yang membutuhkan.” ungkap Ani Jedah.

Dalam kesempatan yang sama, Bagas selaku penerima manfaat bantuan pendidikan yatim dhuafa mengucapkan terima kasih kepada donatur melalui IZI Riau atas bantuan yang dia terima.

“Bagas merasa terbantu sekali dengan bantuan ini. Bantuan ini nanti bisa Bagas pakai untuk kebutuhan-kebutuhan belajar Bagas. Terima kasih Bapak dan Ibu donatur IZI Riau.” pungkas Bagas.

Di akhir sesi dilakukan penyerahan bantuan kepada yatim dhuafa Pesantren Nahdatul Ulum dan ditutup dengan foto bersama guru beserta penerima bantuan pendidikan yatim dhuafa. ***(DA)

Sumber : Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Riau(Ghofur)

Lakukan Tindakan Tegas Sesuai Prosedur, Ucap Kakanwil Dalam Kunjungannya Ke Lapas Pekanbaru

JURNALIS WARGA, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru menerima kunjungan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau M jahari sitepu beserta rombongan pada Rabu pagi(20/07). Dimulai dari tempat pengambilan nomor antrian bagi keluarga warga binaan yang akan berkunjung, dilanjutkan ke ruang layanan pendaftaran hingga ke ruang bezuk atau ruang kunjungan.

Kakanwil memberikan apresiasi terhadap alur layanan kunjungan” saya apresiasi alur kunjungan bagi warga binaan Lapas pekanbaru ini, tolong dipertahankan kalau perlu ditingkatkan. Beri pelayanan yang terbaik kepada warga binaan pemasyarakatan dan keluarga nya”. Ucap Kakanwil. Selesai meninjau alur layanan kunjungan, Kakanwil lanjut ke Blok Pengendali Narkoba.

Kakanwil mengamati satu persatu bagian dari blok tersebut. Dalam wawancaranya Kakanwil menjelaskan bahwa. ‘’saya sengaja datang kemari untuk meninjau langsung dan mengevaluasi kondisi Blok Pengendali Narkoba ini. Saya lihat aktifitas di blok ini sudah sesuai dengan prosedur tapi bukan berarti tidak memerlukan evaluasi. Evaluasi tetap dibutuhkan secara berkala untuk memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai prosedur atau tidak.Sambungnya.

Kakanwil juga memberi apresiasi terhadap adanya Blok khusus pengendali narkoba ini. “bagi warga binaan pemasyarakatan lapas Kelas II A Pekanbaru yang masih bermain main dengan narkoba saya tidak akan memberikan toleransi kepada termasuk kepada petugas sendiri. “Saya tekankan jauhi narkoba kalau terbukti saya akan ambil tindakan tegas bahkan pemecatan.”

“Saya minta seluruh jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru untuk bekerja sesuai dengan SOP (Standart Operating Prosedur). Jangan melakukan penyimpangan penyimpangan yang akan berdampak kepada individu maupun organisasi.sambungnya

Kakanwil juga menjelaskan bahwa “tidak semua petugas bisa masuk ke dalam blok ini karena harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dari Kalapas dan koordinator dari blok khusus ini. warga binaan pemasyarakatan yang di tempatkan di Blok Pengendali Narkoba ini tetap mendapatkan haknya seperti makan dan minum,beribadah, berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat melalui layanan video call yang disediakan oleh petugas. Secara berkala mereka akan di evaluasi. Bila hasil evaluasi sudah menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik, maka mereka di tempatkan kembali ke blok hunian biasa atau semula”.Tutup Kakanwil.***(Hery Ferdian)

Terima Pembebasan Bersyarat, Rusli Zainal Dibebaskan Kamis Depan

JURNALIS WARGA, Pekanbaru – Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal dikabarkan bakal bebas dari penjara. Diketahui, ia akan menyelesaikan masa hukuman tahanannya di Lapas Pekanbaru.

“Iya betul, dalam waktu dekat ini akan dibebaskan,” kata Kepala Keamanan Lapas Kelas II A Pekanbaru, Effendi Purba, Selasa (19/7/2022).

Namun ia masih belum mengetahui tanggal pastinya Gubernur Riau dua periode ini akan bebas dari Lapas Kelas II A Pekanbaru. Namun dirinya menyebutkan masih di sekitaran bulan Juli 2022.

“Masih dalam bulan ini sepertinya. Kondisi Rusli Zainal sendiri dalam keadaan sehat,” pungkas.

Efendi Purba masih belum mengetahui kapan tanggal pastinya Rusli Zainal akan bebas dari Lapas Kelas II A Pekanbaru, namun dirinya mengatakan waktu dekat yang dimaksud tersebut masih di sekitaran Bulan Juli 2022.

“Kalau pastinya tanggal berapa saya belum tahu karena itu bagian registrasi, namun yang jelas waktu dekat ini(Juli 2022),” tutupnya.

Kasubbag Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Riau, Koko Syawaluudin Sitorus dikonfirmasi tak menampiknya. Dikatakan dia, Rusli Zainal akan dibebaskan dalam waktu dekat.

“Iya, rencananya (Rusli Zainal dibebaskan tanggal 21 Juli 2022),” ungkap Koko, Selasa (19/7/2022).

Diketahui sebelumnya, Rusli Zainal merupakan mantan Gubernur Riau yang terjerat kasus suap kehutanan dan proyek PON Riau.

Pada 2014, ia divonis 14 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp1 miliar, subsider enam bulan penjara. Hakim juga memutuskan mencabut hak politik Rusli Zainal.

Namun Mahkamah Agung mengabulkan peninjauan kembali (PK) yang diajukannya. Hakim agung mengurangi masa hukuman Rusli Zainal empat tahun. Dengan demikian ia tinggal menjalani masa hukuman 10 tahun penjara.***(Hery Ferdian)

Tim Gabungan Satreskrim Polres Rohul Bersama Jatanras Polda Riau Berhasil Amankan Pelaku Pembunuhan

JURNALIS WARGA, Rohil – Polres Rokan Hilir menggelar jumpa Pers terkait Kasus Pembunuhan Wan Muhammad Rizki Fauzi (18) yang ditemukan mengapung diparit kebun sawit warga di Teluk Nilap Kubu Babussalam Rohil, Sabtu (16/7/2022) Jam 08.00 WIB kemaren.

Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto, SH, SIK,MSi didampingi Waka Polres Kompol F Tambunan ST, Kasat Reskrim AKP Eru Alsepa SIK MH, Kapolsek Kubu AKP Sardianto SH, Kasubbag Humas AKP Juliandi SH turut dihadiri tersangka dan barang bukti, Senin (18/8/2022) diselasar Humas Polres Rokan Hilir.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Andrian Pramudianto, SH, SIK,MSi menjelaskan pelaku FH (39) terduga kasus pembunuhan ini diamankan dalam waktu 1 X 24 jam oleh Tim gabungan Satreskrim Polres Rohul bersama Jatanras Polda Riau.

Pelarian pelaku terhenti di Jalan Abadi III, Marpoyan Damai, Pekanbaru saat akan melarikan diri nenuju Jambi. Walau berupaya melarikan diri namun dapat dilumpuhkan dengan tembakan terukur.

Penangkapan berdasarkan laporan Polsek Kubu, Sabtu (16/7/2022) Jam 09.00 WIB setelah warga menemukan mayat Wan Rizki Fauzi (18) didalam parit Jalan Lokasi Dua Dusun Teluk Nilap Kecamatan Kubu Babusalam.

Pelaku tersinggung dengan bahasa korban saat bersama temannya menagih hutang 1,4 juta di rumah pelaku, Selasa (12/07/2022) Malam.

” Korban dan temannya disuruh ayah korban mendatangi rumah pelaku, karena tersinggung, korban diajak pelaku untuk menemaninya kerumah toke, ” ucap Kapolres Rohil.

” Diperjalanannya, pelaku menikam dada korban pakai gunting hingga terjadinya perkelahian, “ujar AKBP Andrian Pramudianto, SH, SIK,MSi usai acara pisah sambut di Mapolres Rohil.

” Pelaku t membenturkan kepala korban ke pohon kayu lalu menjerat leher dengan ikat pinggang, setelah tewas di buang kedalam parit diareal kebun sawit milik warga pada malam Rabu (13/7/2022), ” tambah Kapolres.

Lalu pelaku melarikan diri dengan honda KLX milik korban dan menjual sebagai ongkos melarikan diri. ” Tersangka ditahan di RTP Polres Rohil di sangkakan melanggar Pasal 340 Subsider pasal 338 KHUPidana dengan ancaman pidana seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.***(Hery Ferdian)

Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan, Gali Sumur Bor Didapat Air Asin

JURNALIS WARGA, Pelalawan – Memang tidak ada yang mustahil. Meski, berjarak ratusan kilometer dari laut dan berada di daerah perbukitan yang bergelombang, ternyata sumber air asin ditemukan di Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan.

Hal ini setelah dilakukan penggalian sumur bor ratusan meter di beberapa titik di Desa Balam Merah, Bunut, muncullah air bersih, tapi dengan rasa yang asin."Kami memang berharap sumber air bersih di masjid untuk berwudhu dan keperluan lainnya air bersih tawar. Qoddarullah, yang didapat air asin. Awalnya kami memperkirakan lama-lama airnya tawar, tapi ternyata tetap asin,"kata salah seorang jamaah Masjid Raudhatul Jannah, Dusun Tonok Desa Balam Merah Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan, Selasa (19/7).

Hal ini pun dirasakan langsung oleh media ini setelah sempat beberapa kali hadir di Masjid tersebut.

Namun untuk menguatkan keyakinan, karena hampir tak percaya ada sumber air asin di daerah yang bergelombang dan cenderung tinggi, media bertanya langsung kepada salah seorang pengurus masjid setempat.

“Benar akhi, airnya memang asin,”jelas Ustadz Muslim, Lc, MA salah seorang pengurus Masjid Raudhatul Jannah membenarkan kondisi sumber air bersih di lingkungan masjid bukan air tawar layaknya daerah dengan tanah mineral.

“Sumber air ini muncul setelah dilakukan penggalian sumur bor dengan kedalaman lebih kurang 100 meter,”imbuhnya lagi sambil mengatakan sumur bor memang sebagai alternatif karena kesulitan mendapatkan air bersih karena jika menggunakan sumur galian bisa maka tidak akan tercukupi untuk kebutuhan masjid.

Tak hanya di Masjid Raudhatul Jannah Tonok yang ditemukan air bersih dengan rasa asin. “Ada beberapa titik di sekitar sini galian sumur bor yang mendapatkan air asin. Ada dekat rumah warga juga sekolah,” paparnya

Malah di dekat sekolah, TK dan SDIT Yayasan Mutiara Bina Dakwah Tonok sumber air asin terus muncul sendiri setelah dibor 100 meter.”Kalau dekat sekolah airnya muncul terus menerus. Bahkan rasa asinnya lebih kuat lagi dibandingkan dengan yang ada di masjid ini,”ungkap Ustadz Muslim.

Saking asinya air dari sumur bor lanjut alumnus Al Azhar University Kairo, Mesir ini tampak bekas memutih pada wadah dekat pipa yang tersedia.”Kalau agak kering ada bekas putih seperti garam. Makanya untuk kran air harus dari bahan plastik, kalau tidak cepat berkarat,”katanya lagi.

Hal senada juga dikatakan Darmawan. Jamaah Masjid Raudhatul Jannah ini mengatakan sumur yang dibor muncul air asin juga ditemukan di salah satu SDN di Balam Merah.”Ya sumber air di SDN Balam Merah itu juga asin,” tuturnya.

Padahal, Bunut yang notabene berada tidak jauh dengan Sungai Kampar dengan air tawar baru bisa menemukan air laut yang asin berjarak kurang lebih 110 kilometer di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti.

“Alhamdulillah apapun kondisi airnya, airnya sudah mengalir. Semoga menjadi amal jariah, pahala terus mengalir bagi yang sudah terlibat bersedekah sebagaimana air ini terus mengalir in syaa Allah. Dan dibutuhkan oleh para penuntut ilmu, mudah-mudahan in syaa Allah jazaakumullahu khairu jazaa wa Baarakallahu fiikum,” tutupnya doa agar para muhsinin yang terlibat munculnya air bersih itu mendapat pahala dan kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Beberapa jamaah lainnya juga mengusulkan untuk dilakukan uji lab terhadap air tersebut.”Kalau memang kadar garamnya tinggi tentu ini juga berkah bisa dibuat garam,”usul Jauhar, jamaah lainnya.(Rilis)

Jatuh dari Sepeda Motor, Jambret di Pekanbaru Babak Belur Diamuk Warga

Pekanbaru – Rencana yang telah disusun Randa (23) bersama rekannya Febri untuk melakukan jambret tidak berjalan mulus. Selain gagal mendapatkan tas korban, dua pelaku jambret tersebut juga kena sial.

Sasaran Randa dan Febri kali ini adalah seorang pengendara sepeda motor yang tengah membonceng anaknya saat melintas di jalan Melati, Sukajadi, Pekanbaru.

Awalnya aksi mereka berjalan mulus. Namun ternyata korban yang menyadari tasnya telah dirampas pelaku segera berteriak dan melakukan pengejaran.

Namun sial bagi pelaku jambret. Mereka seketika panik saat diteriaki korban sehingga keduanya terjatuh dari sepeda motor. Akibatnya mereka ditangkap warga ramai-ramai.

Kanit Reskrim Polsek Sukajadi, AKP Slamet menceritakan, kejadian jambret tersebut terjadi pada Ahad (17/7/2022) sekitar pukul 11.30 WIB, pada saat korban sedang berkendara dengan memboceng anaknya, kedua pelaku datang dari arah belakang.

“Tiba-tiba datang dua orang laki-laki mengendarai sepeda motor CB 150 warna hitam dari belakang dan langsung menarik tas korban yang berisi handphone merk Oppo,” kata Slamet, Senin (18/7/2022).

Kemudian korban langsung berteriak dan berusaha mengejar sampai di simpang empat Jalan Melati dan Jalan Dahlia, akibat panik dikejar, kedua pelaku terjatuh dari sepeda motornya.

“Kedua pelaku sempat melarikan diri dengan cara berlari, namun laki-laki yang mengendarai motor berhasil ditangkap massa dan teman pelaku satu orang berhasil melarikan diri atas nama Febri,” cakapnya.

Kebetulan anggota Polsek Sukajadi sedang patroli sehingga diberhentikan oleh masyarakat dan memberitahu kejadian tersebut.

“Melihat ada seorang laki-laki sedang diamuk massa karena diduga melakukan penjambretan, selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Sukajadi guna proses hukum dan pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.***(Hery Ferdian)

Rangkaian Kegiatan Semarak HDKD 2022 Lapas Pekanbaru Ikuti Seminar Nasional Dan Doa KUMHAM Untuk Indonesia

JURNALIS WARGA, Pekanbaru – Dalam rangka menyambut Hari Dharma Karya Dhika Tahun 2022, Kementerian Hukum dan HAM menyelenggarakan kegiatan doa bersama bertajuk “Doa Kumham Untuk Indonesia” dan Seminar Nasional dengan tema “Indeks Layanan : Menakar Akselerasi Kinerja Kementerian Hukum dan HAM”.

Diikuti secara daring melalui Aplikasi Zoom Meeting oleh Kepala Lembaga Pemasyarkatan Kelas IIA Pekanbaru yang mana pada kesempatan ini diwakili oleh Plh Kepala dan pejabat struktural dari Ruang Sekretariat WBK WBBM Lapas Pekanbaru, Senin (18/07). Kegiatan ini mengundang seluruh pegawai Kemenkumham di seluruh Indonesia serta Aparat Penegak Hukum dari Kepolisian dan Kejaksaan.

Acara diawali doa bersama yang disampaikan oleh lima pemuka agama secara khidmat. Doa tersebut dipanjatkan kepada Tuhan YME sebagai bentuk wujud syukur atas kekuatan yang telah diberikan sehingga bangsa ini mampu menghadapi berbagai masalah yang dihadapi sehingga terus berjalan menuju bangsa yang kuat dan sejahtera.

Setelah pelaksanaan doa, selanjutnya Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly membuka seminar secara langsung. Dalam sambutannya Yasonna meminta agar seluruh ASN Kemenkumham memahami Reformasi Birokrasi salah satunya dengan meningkatkan sinergitas agar komunikasi tetap terlaksana dengan baik.

Yasonna menuturkan, kebersamaan dari setiap anggota dan pimpinan akan sangat menentukan kemajuan dan perkembangan Kementerian Hukum dan HAM. Dia lalu menyampaikan empat poin penting yang harus dilaksanakan oleh insan Pengayoman.

“Kebersamaan yang harus diciptakan dan dijaga yaitu : Kesatu, adanya sense of belonging terhadap Kementerian Hukum dan HAM,” ungkap Yasonna.

Poin kedua, Yasonna menekankan agar insan Kemenkumham tidak egois.

“Saya selalu mengatakan tentang sinergitas, dengan pimpinan, dengan bawahan, dan dengan kolega-sejawat,” ujarnya.

Ketiga adalah kerendahan hati. Menurut Yasonna, Kemenkumham memiliki anggota yang berbeda-beda karakteristiknya, kerendahan hati akan menghindarkan munculnya rasa benci, iri hati, dan timbulnya kelompok yang tersegmentasi.

“Dan yang keempat adalah semangat kekeluargaan. Setiap Insan Pengayoman memiliki peran dan sumbangsih yang berbeda-beda. Perbedaan peran dan sumbangsih ini jangan sampai membuat gesekan negatif yang berdampak pada perpecahan, namun perbedaan itu harus diikat dalam satu simpul yang kuat sehingga akan saling melengkapi,” ungkap Guru Besar Ilmu Kriminologi PTIK tersebut.

Adapun Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Tahun 2022 diperingati setiap 19 Agustus. Tahun ini, HDKD Kemenkumham mengusung tema “Dengan Semangat Kebersamaan Kita Tingkatkan Kinerja Kemenkumham Semakin PASTI dan BerAKHLAK”.***

Bentuk Sinergitas, Lapas Kelas IIA Pekanbaru Terima Kunjungan Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan

JURNALIS WARGA, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru menerima kunjungan dari Hakim dan Panitera Pengadilan Negeri Pelalawan Pada hari Selasa, (19/07), Kunjungan ini berkaitan dengan salah satu tugas hakim yaitu melakukan pengawasan dan pengamatan (KIMWASMAT). Dengan kata lain hakim wasmat ialah hakim yang mendapat tugas khusus mengadakan pengawasan dan pengamatan terhadap pelaksanaan putusan dalam hal pidana perampasan kemerdekaan.

Dasar hukum pelaksanaan Kimwasmat mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP) Jo. Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 1985 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tugas Hakim Pengawas dan Pengamat. Tujuan dilaksanakan Kimwasmat, antara lain: memperoleh kepastian bahwa putusan pengadilan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Dalam konteks Hakim sebagai pengawas bertugas untuk:Mengadakan checking on the spot paling sedikit 3 (tiga) bulan sekali ke lembaga pemasyarakatan untuk memeriksa kebenaran berita acara pelaksanaan putusan pengadilan yang ditanda-tangani oleh Jaksa, Kepala Lembaga Pemasyarakatan dan terpidana.

Kemudian Mengadakan observasi terhadap keadaan, suasana dan kegiatan-kegiatan yang berlangsung di dalam lingkungan tembok-tembok lembaga, khususnya untuk menilai apakah keadaan lembaga pemasyarakatan tersebut sudah memenuhi pengertian bahwa “pemidanaan tidak dimaksudkan untuk menderitakan dan tidak diperkenankan merendahkan martabat manusia”, serta mengamati dengan mata kepala sendiri perilaku narapidana atau warga binaan pemasyarakatan yang dijatuhkan kepadanya.

Mengadakan wawancara langsung dengan para narapidana atau warga binaan pemasyarakatan mengenai hal ihwal perlakuan terhadap dirinya, hubungan-hubungan kemanusiaan antara sesama mereka sendiri maupun dengan para petugas lembaga pemasyarakatan.***

Di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru Dibekali Ilmu Budidaya Tanaman Sistem Hidroponik

JURNALIS WARGA, Pekanbaru – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru terus didorong untuk mengembangkan potensi dan kemampuan diri dengan mengikuti berbagai program pembinaan kemandirian.sehiingga kegiatan ini dapat mengisi waktu mereka selama berada di dalam Lapas.

Hidroponik adalah salah satu program pembinaan kemandirian oleh Seksi Kegiatan Kerja (GIATJA) Lapas Kelas IIA Pekanbaru yang tidak kalah banyak diminati oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Pekanbaru. Hidroponik adalah budidaya tanaman yang modern yang memanfaatkan air dan tidak menggunakan media tanah sama sekali dan membuat air sebagai media tanam atau medium utamanya.

Warga binaan yang dipekerjakan tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan di bidang pertanian dan peternakan. kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan tersebut. Untuk sayuran hidroponik pemasarannya ditujukan pihak ke 3 yang bekerja sama dengan Lapas Pekanbaru yakni ke PT Green Farm dan selanjutnya oleh PT tersebut dipasarkan kembali ke supermarket di kota pekanbaru.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Jefriandy Gultom dalam keterangannya mengungkapkan, “program pembinaan kemandirian hidroponik ini diharapkan dapat menciptakan sumber daya manusia khususnya Warga Binaan Pemasyarakatan yang bermanfaat, berilmu, berakhlak dan berguna untuk diri sendiri, keluarga, bangsa dan negara, serta berharap semoga kelak mereka setelah bebas mampu bekerja di masyarakat sebagai manusia yang terampil dan mandiri”.Ucapnya

“Pembinaan kemandirian ini untuk membekali warga binaan dengan aktifitas produktif, keahlian dan keterampilan sebelum mereka kembali ke masyarakat, tentu warga binaan ini harus lebih mengembangkan diri dengan pembinaan yang saat ini mereka ikuti”.sambungnya

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Sapto Winarno dalam keterangannya terpisah menuturkan, program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan untuk memfasilitasi warga binaan dengan kegiatan positif selama berada di Lapas Pekanbaru, juga bagian untuk tercapainya tujuan Pemasyarakatan yang diselenggarakan.

“Kita memfasilitasi warga binaan dengan berbagai kegiatan positif dan produktif, dalam upaya kita melaksanakan fungsi Pemasyarakatan, yakni melaksanakan pembinaan bagi warga binaan, ada banyak program pembinaan yang kita selenggarakan, termasuk yang saat ini sedang berlangsung pembinaan kemandirian metode menanam Hidroponik” jelas Kalapas.***

Sumber : Lapas Kelas IIA Pekanbaru

Tangis Haru Keluarga Dan Warga Binaan Rutan Pekanbaru Kemenkumham Riau, Setelah Dua Tahun Tidak Bertemu

JURNALIS WARGA, Pekanbaru – Setelah Dua tahun lamanya tak bisa bertatap muka, akhirnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dapat bertemu langsung dengan keluarganya. Tangis haru tak tertahankan saat bisa melepas rindu saat bertemu dengan orang yang disayang.

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru Kanwil Kemenkumham Riau telah membuka kembali layanan kunjungan tatap muka secara terbatas pada Senin 11 Maret 2022 dengan beberapa syarat dan ketentuan yan berlaku sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Nomor: PAS-12.HH.01.02 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Mekanisme Terhadap Kunjungan Tatap Muka.

Selain bisa melepas rindu secara langsung, keluarga dan warga binaan bisa bercengkrama. Wajah sumringah, terpancar dari warga binaan yang dibesuk keluarganya.

Meski hanya bisa bisa membesuk satu kali dalam seminggu, akan tetapi ini sangat dirasa begitu berarti bagi mereka.

Salah satu pengunjung Novi menuturkan dirinya merasa sangat senang setelah dibukanya kembali kunjungan tatap muka di Rutan Pekanbaru.

“Sudah hampir 2 Tahun saya tidak berjumpa dengan suami saya, Alhamdulilah hari ini saya dapat bertemu bertatap muka dengannya. Saya sangat berterimakasih kepada pihak Rutan Pekanbaru yang telah memberikan pelayanan yang sangat baik kepada kami para pengunjung,”tutur Novi dengan air mata berlinang.

Tak hanya itu, Ari salah satu WBP Rutan Pekanbaru juga mengungkapkan hal yang sama setelah dapat bertatap muka dengan orangtuanya secara langsung.

“Bahagia rasanya tidak bisa diucapkan dengan kata-kata lagi. Akhirnya saya dapat bertemu dengan orangtua saya yang sejak masuk ke Rutan Pekanbaru ini tidak pernah lagi berjumpa dengan beliau,”ujar Ari sembari merangkul Ibunya.

Karutan Pekanbaru, M. Lukman turut memantau jalannya layanan tatap muka terbatas ini. Pihaknya terus berupaya memberikan layanan terbaik untuk para pengunjung sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang sudah diatur.

“Hari ini kita telah membuka kembali layanan kunjungan tatap muka yang sudah Dua Tahun tidak dibuka. Kita akan terus mengevaluasi pelayanan yang sudah kita berikan, untuk layanan terbaik untuk masyarakat dan WBP,”ujar Lukman.

Kunjungan hari ini tampak lancar, masyarakat harus sudah melaksanakan vaksin dosis ketiga (booster). Kalau vaksin kedua, harus melampirkan swab antigen yang terkoneksi dengan aplikasi Peduli Lindungi. Serta hanya keluarga inti dari WBP yang dapat mengunjungi. Apabila kedapatan dari pengunjung yang belum vaksinasi booster (tahap III), Rutan Pekanbaru memberikan solusi dengan membuka gerai vaksinasi yang bekerjasama dengan Badan Intelijen Nasional Daerah (BINDA) Provinsi Riau yang rencana akan dibuka pada setiap Kamis. ***

Sumber : Humas Rutan Kelas 1 Pekanbaru