JURNALIS WARGA, Pelalawan – Memang tidak ada yang mustahil. Meski, berjarak ratusan kilometer dari laut dan berada di daerah perbukitan yang bergelombang, ternyata sumber air asin ditemukan di Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan.
Hal ini setelah dilakukan penggalian sumur bor ratusan meter di beberapa titik di Desa Balam Merah, Bunut, muncullah air bersih, tapi dengan rasa yang asin."Kami memang berharap sumber air bersih di masjid untuk berwudhu dan keperluan lainnya air bersih tawar. Qoddarullah, yang didapat air asin. Awalnya kami memperkirakan lama-lama airnya tawar, tapi ternyata tetap asin,"kata salah seorang jamaah Masjid Raudhatul Jannah, Dusun Tonok Desa Balam Merah Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan, Selasa (19/7).
Hal ini pun dirasakan langsung oleh media ini setelah sempat beberapa kali hadir di Masjid tersebut.
Namun untuk menguatkan keyakinan, karena hampir tak percaya ada sumber air asin di daerah yang bergelombang dan cenderung tinggi, media bertanya langsung kepada salah seorang pengurus masjid setempat.
“Benar akhi, airnya memang asin,”jelas Ustadz Muslim, Lc, MA salah seorang pengurus Masjid Raudhatul Jannah membenarkan kondisi sumber air bersih di lingkungan masjid bukan air tawar layaknya daerah dengan tanah mineral.
“Sumber air ini muncul setelah dilakukan penggalian sumur bor dengan kedalaman lebih kurang 100 meter,”imbuhnya lagi sambil mengatakan sumur bor memang sebagai alternatif karena kesulitan mendapatkan air bersih karena jika menggunakan sumur galian bisa maka tidak akan tercukupi untuk kebutuhan masjid.
Tak hanya di Masjid Raudhatul Jannah Tonok yang ditemukan air bersih dengan rasa asin. “Ada beberapa titik di sekitar sini galian sumur bor yang mendapatkan air asin. Ada dekat rumah warga juga sekolah,” paparnya
Malah di dekat sekolah, TK dan SDIT Yayasan Mutiara Bina Dakwah Tonok sumber air asin terus muncul sendiri setelah dibor 100 meter.”Kalau dekat sekolah airnya muncul terus menerus. Bahkan rasa asinnya lebih kuat lagi dibandingkan dengan yang ada di masjid ini,”ungkap Ustadz Muslim.
Saking asinya air dari sumur bor lanjut alumnus Al Azhar University Kairo, Mesir ini tampak bekas memutih pada wadah dekat pipa yang tersedia.”Kalau agak kering ada bekas putih seperti garam. Makanya untuk kran air harus dari bahan plastik, kalau tidak cepat berkarat,”katanya lagi.
Hal senada juga dikatakan Darmawan. Jamaah Masjid Raudhatul Jannah ini mengatakan sumur yang dibor muncul air asin juga ditemukan di salah satu SDN di Balam Merah.”Ya sumber air di SDN Balam Merah itu juga asin,” tuturnya.
Padahal, Bunut yang notabene berada tidak jauh dengan Sungai Kampar dengan air tawar baru bisa menemukan air laut yang asin berjarak kurang lebih 110 kilometer di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti.
“Alhamdulillah apapun kondisi airnya, airnya sudah mengalir. Semoga menjadi amal jariah, pahala terus mengalir bagi yang sudah terlibat bersedekah sebagaimana air ini terus mengalir in syaa Allah. Dan dibutuhkan oleh para penuntut ilmu, mudah-mudahan in syaa Allah jazaakumullahu khairu jazaa wa Baarakallahu fiikum,” tutupnya doa agar para muhsinin yang terlibat munculnya air bersih itu mendapat pahala dan kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Beberapa jamaah lainnya juga mengusulkan untuk dilakukan uji lab terhadap air tersebut.”Kalau memang kadar garamnya tinggi tentu ini juga berkah bisa dibuat garam,”usul Jauhar, jamaah lainnya.(Rilis)